Tampilkan postingan dengan label SMAN 21 Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMAN 21 Bandung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

SEJARAH SMA NEGERI 21 BANDUNG

SMA Negeri 21 Bandung, merupakan pengembangangan dari SMA Negeri 8 bandung yang melaksanakan kegiatan pembelajaran pada-siang hari, atas keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8897/D/1986 pada tanggal 22 Desember.

Sebagian besar pengajar SMA Negri 21 bandung merupakan Sarjana dari IKIP dan hanya beberapa orang yang berasal dari UNINUS dan IAIN Sunan... Gunung Jati, jumlah keseluruhan pengajar pada tahun 2006 ada 59 orang 10 diantaranya tenaga honorer dan selebihnya adalah pegawai negeri.

Dari tahun 1987 sampai tahun 2005 SMA Negri 21 dipimpin oleh :

1. Drs T.H Lebdato, Tahun 1987 - 1988, merangkap sebagai Kepala SMA Negri 8 Bandung.
2. Drs. R.E. Sutarsa, 1988-1990, berasal dari SMA Negeri Lampung.
3.  Drs. Tadjudin Noor Rosadi, 1990-1992, berasal dari SMA Negri Soreang.
4.  Dra. Popon Suparsih, 1992-1995, berasal dari SMA Negeri Ciparay.
5.  Drs. Ansor, 1995, berasal dari SMA Negri Buah Batu (PYMT).
6.  Drs. H. Syamsudin AH. 1995-1999, berasal dari SMU Cilamaya Karawang.
7.  Drs. Karya Sunaryo, 1999-2002 berasal dari SMU Negeri 1 Rangkasbitung.
8.  Dra. Emi Yuliaty, M.Pd, 2002-2005-Promosi dari SMA Negri 5 Bandung.
9.  Dra. Ria Ratinah, M.Ed, 2005-2010 Promosi dari SMA KCK Gegerkalong Bandung.
10. Drs. Wawan Suandana,MM, 2010-2012 Promosi dari SMA PGRI Bandung
11. Drs. Yayat Ruhiyat, 2012 sampai sekarang, berasal dari SMA N 26 Bandung

Sejak tahun 1993 SMA Negeri 21 Bandung mempunyai bangunan tersendiri maka segala kegiatan belajar seluruhnya pindah ke jalan Manjahlega Ciwastra Bandung.
Lihat Selengkapnya

Minggu, 01 April 2012

PROGRAM WALI KELAS

1.    Menciptakan suasana kelas yang kondusif, menyenangkan nyaman dan tertib.
2.       Mencatat bio data siswa
3.       Mengisi buku legger
4.       Pendekatan personal antar siswa, wali kelas dan BK
5.       Membuat perangkat administrasi kelas yaitu:
          a.       Organigram kelas
          b.       Daftar Pelajaran
          c.       Daftar Piket
          d.       Daftar guru yang mengajar dikelas X
6.    Memfasilitasi kelengkapan kelas sebagai tempat belajar yang   refresentatif, seperti
          a.       Menyediakan alat-alat kebersihan yaitu sapu, tempat sampah dll.
          b.       Melengkapi asesoris kelas
          c.       Menyediakan mading kelas untuk kreativitas kelas
7.       Mendayagunakan organisasi kelas:
          a.       Ketua murid/ wakil ketua murid
          b.       Bendahara
          c.       Sekretaris
          d.       Keamanan / K 7
          Agar bertanggung jawab terhadap berbagai proses kegiatan di kelas

Sabtu, 31 Maret 2012

LDKS SISWA SMAN 21 BANDUNG

"Mendidik Akhlak Karimah Selaku Muslim Sejati serta Melatih Kepemimpinan Berkomunikasi dan Kematangan Berfikir Siswa".
  "Kegiatan LDKS ini digelar selama 3 hari di SECAPA AD  Bandung
ada banyak materi yang disampaikan pada siswa selama LDKS. Usai pembukaan, siswa langsung diberi materi "Disiplin dalam Berkendaraan" . Kemudian dilanjutkan dengan materi "Bahaya Narkoba dan Kriminalitas" dari , materi Kesehatan Reproduksi Remaja"
"Selain materi-materi itu, malam harinya siswa juga diberi materi tentang keagamaan. Intinya, kami ingin para siswa lebih berkarakter dan juga disiplin,"
Acara LDKS sangat bermanfaat bagi siswa. Selain untuk melatih kedisiplinan, LDKS juga sebagai ajang untuk pendidikan karakter siswa. Dalam LDKS tersebut, panitia juga mengharuskan rambut siswa laki-laki dipotong pendek. Panitia mengundang tukang cukur ke sekolah untuk melayani potong rambut peserta LDKS. (*)

VISI DAN MISI SMA NEGERI 21 BANDUNG

Visi :
BERPRESTASI DALAM AKADEMIS DAN NONAKADEMIS SERTA LUHUR DALAM BUDI PEKERTI

Misi :
Untuk mencapai visi tersebut SMA Negeri 21 Bandung menetapkan Misi yaitu : ENERGIK, Setiap Warga Sekolah Dituntut Berprilaku :

  • Emban : Siap dan Legowo Melaksanakan Tugas Dengan Sungguh-sungguh dan Penuh Tanggung Jawab
  • Nuasa : Penerapan Bahasa Inggris Pada Setiap Hari Selasa Dan Bahasa Sunda Pada Hari Rabu, Dalam Berbahasa Antar Warga Sekolah.
  • Efektif : Sebagai Motivator, Tanggap, Trampil, dan Tangkas
  • Rasional : Logis Dalam Menyelesaikan Setiap Permasalahan Yang Dihadapi
  • Globalisasi : Pemberian Bekal IPTEK yang Siap Menghadapi Berbagai Tantangan Universal
  • Ideal : Keseimbangan Antara IQ (Intelleqence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Social Quotient) Agar Serasi Dan Selaras Dalam Perilaku Sehari-hari
  • Karakter : Menjadi Contoh Atau Teladan Bagi Sesama Warga Sekolah Dan Masyarakat.